Nafsu Makan Ibu Menyusui Turun? Ini Alasannya!

Perempuan tampak lesu menatap salad di garpu, menggambarkan nafsu makan ibu turun saat menyusui.

Nafsu makan ibu menyusui sering turun, padahal tubuh butuh energi ekstra untuk memproduksi ASI. Karena itu, banyak ibu cepat lelah dan gampang pusing. Di sisi lain, selera makan yang turun biasanya muncul karena beberapa faktor yang menumpuk.

Lewat artikel ini, kamu akan memahami penyebab utama dan cara mengatasinya. Selain itu, ada tanda kapan kamu perlu konsultasi. Jadi, kamu bisa ambil langkah yang aman.

Nafsu Makan Ibu Menyusui Sering Turun karena 4 Hal Ini

Nafsu Makan Ibu Menyusui Sering Turun karena perubahan hormon dan cepat kenyang

Pertama, laktasi memicu perubahan hormon dan metabolisme. Namun, sinyal lapar bisa jadi kurang “nyala”. Studi pada ibu 3–6 bulan postpartum menemukan perubahan hormon pengatur nafsu makan, termasuk peningkatan baseline peptide YY (PYY) pada ibu menyusui. Akibatnya, sebagian ibu cepat kenyang meski porsinya kecil.

Nafsu Makan Ibu Menyusui Sering Turun akibat kurang tidur

Selanjutnya, sesi menyusui malam membuat tidur terpecah. Sementara itu, jam makan ikut berantakan. Jadi, ibu lebih sering melewatkan makan besar. Lalu, asupan harian sulit mengejar kebutuhan.

Nafsu Makan Ibu Menyusui Sering Turun saat stres atau mood drop

Di sisi lain, stres membuat tubuh fokus bertahan, bukan makan. Karena itu, ibu kehilangan selera ketika pikiran penuh. Selain itu, baby blues juga sering muncul pada ibu baru dan umumnya berlangsung singkat. Jika mood drop menetap atau makin berat, cari dukungan profesional.

Nafsu Makan Ibu Menyusui Sering Turun karena nyeri dan keluhan pencernaan

Berikutnya, nyeri luka, wasir, atau konstipasi dapat membuat makan terasa tidak nyaman. Bahkan, mual atau GERD bisa muncul setelah melahirkan. Akhirnya, ibu memilih menunda makan. Padahal, pemulihan butuh energi.

Dampak Nafsu Makan Ibu Menyusui Sering Turun pada energi ibu dan ASI

Kemenkes menekankan kebutuhan gizi ibu menyusui meningkat untuk pemulihan dan pembentukan ASI. Selain itu, CDC menyebut ibu menyusui yang tercukupi gizinya umumnya memerlukan tambahan 330–400 kkal per hari dibanding sebelum hamil. Karena itu, bila nafsu makan ibu menyusui menurun terlalu lama, ibu lebih mudah lemas dan sulit fokus.

Selain itu, WHO menjelaskan ASI menyediakan energi dan nutrisi penting pada bulan-bulan awal, lalu tetap menyumbang porsi besar kebutuhan gizi hingga tahun kedua. Jadi, tubuh bisa tetap memprioritaskan ASI, tetapi cadangan ibu dapat terkuras jika asupan terus rendah. Akibatnya, ibu cepat drop dan lebih sulit menjaga rutinitas menyusui.

Cara Mengatasi Nafsu Makan Ibu Menyusui Sering Turun (ringkas dan realistis)

Porsi mini, tetapi padat gizi

Mulai dengan 5–6 kali makan kecil per hari. Selain itu, pilih menu yang “sekali suap terasa”, seperti telur, ikan, ayam, tempe, tahu, kacang, alpukat, dan yoghurt. Sementara itu, tambahkan karbohidrat kompleks seperti nasi, kentang, atau oats. Karena kombinasinya lengkap, porsi kecil tetap membantu.

Snack station dekat tempat menyusui

Letakkan air minum dan camilan sehat di area menyusui. Contohnya, buah potong, kacang panggang, roti gandum, atau susu. Jadi, setiap sesi menyusui jadi pengingat untuk isi energi. Selain praktis, cara ini mengurangi lupa makan.

Stok lauk 2–3 hari + minta bantuan 10 menit

Minta keluarga pegang bayi 10–15 menit agar kamu bisa makan hangat. Lalu, masak dalam batch saat ada bantuan dan simpan lauk tinggi protein. Dengan begitu, kamu tinggal hangatkan. Akhirnya, makan terasa “mungkin” meski hari padat.

Kapan Perlu Periksa bila Nafsu Makan Ibu Menyusui Sering Turun?

Pertimbangkan konsultasi jika nafsu makan turun disertai penurunan berat badan cepat, lemas berat, atau mual menetap. Selain itu, segera cari bantuan bila mood drop disertai perubahan pola makan dan tidur yang jelas. Mayo Clinic memasukkan perubahan pola makan sebagai salah satu gejala depresi pascapersalinan, jadi jangan ragu minta pertolongan.

Dukungan nutrisi saat jadwal makan belum stabil

Kalau kamu sudah mencoba strategi di atas tetapi tetap sulit konsisten, kamu bisa mempertimbangkan dukungan nutrisi yang praktis. Misalnya, Protabumin Nutrimom berbentuk kapsul sehingga mudah dibawa, namun tetap jadikan pendamping makan. Selain itu, pastikan kamu tetap mengejar makan utama saat ada kesempatan.

Nafsu makan ibu menyusui sering berkurang karena hormon, kurang tidur, stres, dan pemulihan tubuh. Karena itu, kuncinya ada pada porsi mini padat gizi, snack station, serta dukungan orang rumah. Dengan langkah sederhana, energi ibu bisa kembali stabil.

Referensi
https://www.cambridge.org/core/journals/british-journal-of-nutrition/article/lactation-and-appetiteregulating-hormones-increased-maternal-plasma-peptide-yy-concentrations-36-months-postpartum/990EF03B860117F201A0EBD23D235361?utm_source=chatgpt.com

https://www.cdc.gov/breastfeeding-special-circumstances/hcp/diet-micronutrients/maternal-diet.html?utm_source=chatgpt.com

https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3697/kebutuhan-gizi-ibu-menyusui-inilah-kunci-anak-sehat?utm_source=chatgpt.com

Comments |11|